Hutan Bambu Keputih

 Hutan Bambu Surabaya

November12,2021 


Surabaya-Surabaya menjadi kota metropolitan kedua setelah Jakarta. Kepadatan penduduk Surabaya pun cukup tinggi, dan karena terletak di pesisir, suhu kota terasa panas. Meski begitu, masih ada tempat sejuk, teduh, dan asri di tengah Kota Surabaya. Ialah Hutan Bambu Surabaya, tepatnya berada di Keputih.

Mendengar nama “Hutan Bambu”, mungkin yang terlintas adalah hutan di pedesaan. Tapi jangan salah, di tengah kota pun dapat terwujud tempat asri seperti ini. Suasananya yang asri membuat pengunjung berbondong-bondong datang ke lokasi ini. Dan sekarang, taman rekreasi ini tengah menjadi favorit pengunjung menghabiskan waktu luang.Kebun Bambu Surabaya juga dikenal sebagai Kebun Bambu Keputih, karena lokasinya berada di Keputih. Kebun Bambu Keputih mengingatkan pada Sagano Bamboo Forest yang ada di Jepang. Berdiri di area 40 hektar, yang dibagi menjadi Hutan Bambu, Taman Harmoni, dan Taman Ruang Publik. Kebun Bambu Keputih menjadi pilihan tepat untuk menenangkan pikiran di tengah Kota Surabaya yang padat.

Sejak dibuka untuk umum, Hutan Bambu Keputih begitu menarik perhatian wisatawan. Sehingga, kini menjadi spot foto favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke sini. Daya tarik utama dari taman ini ini adalah pepohonan bambunya. Yang tumbuh rindang dan begitu mempesona.Karena indahnya spot jejeran bambu ini, tidak hanya wisatawan saja yang berfoto. Tapi, pasangan yang akan menikah pun memilih tempat ini sebagai spot foto pre-wedding. Tentunya, hasil foto akan sangat menarik. Bahkan tak jarang, terlihat seperti sedang berada di Sagano Bamboo Forest Jepang.

Nur Khulim (45), koordinator lapangan hutan bambu menjelaskan, dulunya Hutan Bambu merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memindahkan TPA tersebut ke daerah Benowo tahun 2000. Agar tidak mangkrak, pemkot menanamkan bibit bambu di daerah tersebut.“Tak disangka-sangka Hutan Bambu ini akhirnya menjadi salah satu tempat wisata bagi warga Surabaya,” kata Nur saat berfoto ria di Hutan Bambu beberapa waktu lalu.

 

Disampaikan Nur, Hutan Bambu yang berlokasi di belakang Terminal Keputih ini sering digunakan sebagai tempat foto prewedding. Tak hanya itu, banyak juga kalangan muda hingga lansia yang berkunjung ke sini untuk berfoto atau  piknik bersama keluarga.Lebih lanjut, kata Nur, hutan bambu ini tak kalah cantiknya dengan hutan bambu sagano yang berada di Jepang. “Hutan Bambu ini juga menjadi alternatif yang menarik bagi mereka yang ingin mencari background bernuansa pedesaan,” ujarnya.

 

Untuk menjaga kelestarian hutan bambu, pemkot surabaya membentuk satgas yang bertujuan untuk merawat dan menjaga kelestarian hutan bambu dan  “Satgas tersebut terdiri dari 15 orang untuk mengamankan hutan bambu dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” jelas Nur.Ditanya target pengunjung, Nur optimis tahun ini jumlah pengunjung hutan bambu meningkat per minggunya. “Tahun kemarin sekitar 800 pengunjung per minggunya, tahun ini kami target 1.000 pengunjung,” tandasnya.Ke depannya, Nur berharap agar hutan bambu tetap terjaga kelestariannya dan masyarakat ikut ambil serta untuk menjaga dan merawat hutan bambu ini. “Caranya membuang sampah pada tempatnya dan jangan memetik bunga sembarangan,” pungkas pria kelahiran Sidoarjo ini.

-Laila Anindhita Abidah (B71219064)

Komentar